Novel ini mengajak para pembacanya untuk merenungkan kembali makna kebenaran dan keyakinan (iman), menyeret mereka ke dalam arusnya yang jauh dan dalam, untuk sampai ke muaranya dalam kondisi yang tercerahkan
Aku, Eliana si anak pemberani, anak sulung Bapak dan Mamak yang akan menjadi pembela kebenaran dan keadilan. Berdiri paling gagah, paling depan.” Buku ini tentang Eliana, si anak pemberani yang membela tanah, sungai, hutan, dan lembah kampungnya. Saat kerakusan dunia datang, Eliana bersama teman karibnya bahu-membahu melakukan perlawanan
Hidup Kartini begitu singkat, 25 tahun. Namun gagasan-gagasan progresifnya tak lekang oleh zaman. Tulisannya menggambarkan perjuangan panjang di “ruang dalam” yang belum selesai sekalipun ke mer deka an di “ruang luar” sudah tercapai. Kartini adalah kontradiksi: ia cerdas sekaligus lemah hati. Ia menyerap ide masyarakat Barat tapi tak takluk pada adat. Ia membawa per juangan perem p…