Text
Selena : Tere Liye
Terlihat dari judulnya, novel Selena mengambil latar di klan Bulan dan mengisahkan Miss Selena yang merupakan sosok guru Matematika di tempat Raib, Seli, dan Ali bersekolah, tepatnya di klan Bumi. Kisah bermula saat Selena berusia 15 tahun yang sudah menjadi anak yatim piatu sebab ayahnya meninggal dunia, kemudian disusul oleh sang ibu. Dirinya hidup miskin dan menetap di sebuah Distrik Sabit Enam.
Selepas kewafatan sang ibu, Selena diberikan surat wasiat oleh Togra, yakni ketua Distrik Sabit Enam. Surat wasiat itu dititipkan sang ibu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Sesuai dengan wasiat yang ibunya berikan, ia berpindah ke suatu tempat, yakni kota Tishri dan menetap bersama pamannya bernama paman Raf.
Namun, karena Selena miskin dan tidak cukup uang untuk biaya ke ibu kota, tetangganya berinisiatif serta berbaik hati mengumpulkan uang untuk dirinya. Akhirnya, Selena berangkat menuju Stasiun Sentral Kota Tishri untuk menuju alamat yang tertulis di surat wasiat ibunya. Selena bertemu dengan paman Raf dan diperbolehkan menetap, tetapi itu semua tidak gratis.
Sebagai bentuk kontribusi karena sudah menetap di sana, paman Raf meminta Selena untuk bekerja dan bergabung dengan tim pekerja yang sudah dipekerjakan oleh pamannya, yakni mengerjakan konstruksi lorong kereta bawah tanah. Mendengar hal tersebut, bibinya tidak menyetujui Selena mengerjakan pekerjaan berat seperti itu, sedangkan pamannya yang super cerewet enggan untuk bernegosiasi dengan istrinya itu.
Pada suatu hari, ada hal luar biasa yang terjadi di kawasan kerja Selena. Saat ketua proyek dan para insinyur sedang kesulitan mencari jalan keluar karena sudah empat kali mata bor patah akibat tidak dapat menembus dinding, Selena memberi saran dengan sangat hebat. Dirinya mempunyai kecakapan merekam apapun yang pertama kali dilihat dengan akurat dan mendetail. Selena dapat memadukan dinding yang ada di hadapannya dengan tampilan berupa peta digital, semacam ada proyeksi 4D di kepalanya.
Tidak tersedia versi lain