Di era modern, peperangan tidak lagi selalu menggunakan senjata api, tank, atau pesawat tempur. Medan perang telah bergeser ke ruang yang lebih sunyi namun jauh lebih mematikan: pikiran manusia. Perang informasi, atau yang sering disebut sebagai information warfare, telah menjadi instrumen utama bagi berbagai kepentingan global untuk melemahkan kedaulatan sebuah negara tanpa perlu melepaskan satu tembakan pun. Buku ini lahir dari sebuah urgensi untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan memahami bagaimana serangan narasi yang terstruktur, masif, dan sistematis dapat mengguncang fondasi ekonomi sebuah bangsa. Indonesia, dengan segala potensi dan program kedaulatan ekonominya, tidak luput dari pusaran konflik ini. Serangan narasi bukan sekadar kumpulan berita bohong atau hoaks yang tersebar secara acak; ia Adalah sebuah orkestrasi yang dirancang untuk membentuk persepsi publik, memengaruhi keputusan pasar, dan
pada akhirnya, menguji kepercayaan bangsa terhadap dirinya sendiri.