Apakah ini artinya Emma kalah, Jusuf?” Pertanyaan Emma menusuk batinku. Aku pilu. Mata bening Emma basah. Angin sore mendadak terasa sangat dingin. Cahaya matahari dari barat jatuh di wajah Emma. Dukanya semakin terlihat. Emma tidak pernah punya gambaran tentang wanita yang dimadu. Sejak Bapak memilih tinggal di rumah keduanya, Emma sering terlihat merenung, tertunduk lesu. Ket…
Dian baru menyadari wajahnya mirip Akiko. Seorang penjual cokelat di sebuah pasar di Hokkaido memberitahunya. Ucapan penjual itu mengingatkan Dian pada kejadian di taman yang baru saja dilaluinya. Padahal Dian tidak menyukai Akiko sejak pertama kali mereka bertemu. Sebuah surat pengakuan didapatkan Dian dari Mr. Takeshi, ayah Akiko. Apakah dirinya memang ada hubungan darah dengan Akiko? Padahal…
Siapa, sih, yang normal di keluargaku selain aku? Lucy dan Greg sangat menyusahkan. Bersaudara dengan mereka itu rumit, penuh ancaman dan intimidasi. Serasa berada di neraka saja. Lucy yang menjengkelkan selalu menekanku. Tidak pernah menyelesaikan pekerjaan rumah, semuanya dia bebankan padaku. Greg kerjanya cuma marah-marah, tidak bercermin dirinya sendiri juga bagaimana! Cuma Katty yang bisa …
Sesuatu sedang terjadi. Nick bisa merasakannya, tapi tidak tahu apa. Teman-teman sekolahnya tiba-tiba berubah,saling berbisik, menatap seskeliling dengan waspada seolah-olah ada rahasia yang tidak boleh diketahui oleh dirinya. Kemudian, satu per satu dari mereka menghilang. Dan kini, sumber segala kejadian itu ada di tangan Nick. Sebuah CD game. Si pengirim sudah mengingatkan Nick, nyawa jadi t…
Jalan hidup manusia tidak pernah bisa ditebak. Hari ini bahagia, besok mungkin berbeda. Atau sebaliknya. Begitu juga dengan kehidupan Richele. Dia pernah bahagia dengan kehidupan keluarganya. Dia dikelilingi semua orang dengan penuh cinta. Sampai akhirnya kecelakaan merenggut semuanya .... Orangtua Richele meninggal dunia. Dan dia terpaksa berpisah dengan satu-satunya keluarga yang tersisa,…
Aku mencintainya karena ia mencintai kata-kata. Aku mencintainya lebih lagi karena ia mencintai buku-buku. Aku mencintainya karena ia adalah buku bagi kata-kata yang tidak bisa aku tuliskan. Aku mencintainya karena ia menjadi rumah bagi setiap kecemasan yang tidak perlu aku tunjukkan.